Pengaturan Skor di Kelas IX B

Pengaturan Skor di Kelas IX B

Oleh Honayapto

Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat peserta didiknya, sibuk dengan aktivitas belajar mereka sendiri, guru benar-benar hanya sebagai fasilitator.

Usai rapat koordinasi evaluasi pembelajaran tatap muka terbatas yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 November 2021. Salah satu poin yang disepakati adalah proses belajar mengajar yang mulai dilakukan dengan waktu normal.

Saya yang kembali mulai mendapatkan waktu pengajaran 80 menit atau 1 jam 20, menit benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini, saya benar-benar ingin tahu sejauh mana sifat kemandirian dan sikap belajar peserta didik saya.

1 minggu sebelum pertemuan seru hari ini Selasa, 09 November 2021, saya sudah membagi 27 siswa saya dalam 3 kelompok, masing-masing dikelompokkan berdasarkan domisili, 1 kelompok dari desa Bente dan Mata, kelompok berikutnya dari desa Konde, dan 1 kelompok lainnya dari Lagundi. Desa Bente dan Mata saya buatkan 1 kelompok saja, karena dua desa ini adalah desa yang entitasnya sama, sebelum dimekarkan menjadi dua desa. desa induknya desa Mata.

Saya juga memanfaatkan Portal Rumah Belajar dari Pusdatin Kemendikbudristek sebagai produk pembelajaran interaktif yang dapat digunakan guru dan peserta didik untuk menjembatani pembelajaran yang sebelumnya dilakukan secara online, jarak jauh, dan tetap relevan digunakan pada tatap muka.

(Foto: Materi present C. Tense di Portal Rumah Belajar diintegarsikan via flipped classroom)

Salah satu metode pembelajaran yang paling tepat digunakan untuk mengintegrasikan produk Portal Rumah Belajar dengan pembelajaran tatap muka adalah melalui metode flipped classroom. Sebagai metode pemberian materi terlebih dahulu yang dapat dielaborasi oleh peserta didik secara mandiri, sebelum bersama-sama dibahas dalam suatu forum pengajaran.

"Kenapa juga harus menggunakan Portal Rumah Belajar, padahal masih banyak sumber-sumber internet lainnya jika ingin mendalami suatu materi yang diberikan oleh Guru?", pertanyaan ini sempat terlontar oleh satu siswa saya. Saya jelaskan bahwa produk ini adalah produk resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah, untuk menjamin hak-hak pembelajaran anda, jadi materi yang dibahas benar-benar telah melalui proses pembedahan berupa ukur kompetensi, standar isi, kompetensi dasar, kompetensi inti, dan beragam istilah kurikulum lainnya.

Produk ini menjaring semua proses tampilan secara maya tersebut, benar-benar bebas dari konten-konten yang terpaut dan jauh dari esens pembelajaran, tiba-tiba pas diklik ketemu iklan yang tidak senonoh. Portal Rumah Belajar sangat aman.

(Baca juga: Lampu)

Sayapun menautkan 1 link materi dari sumber belajar terkait penjelasan dari "to communicate activities in progress of the of time speaking", pembedahan unsur kebahasaan dari Present Continuous Tense. Ini sangat relevan karena kami semester ganjil saat ini di kelas 9 sudah memasuki materi bab V Everybody is always in the middle of something, dan meminta mereka untuk mulai mengeksplorasi terkait sumber belajar tersebut.

Di awal-awal kelas saya rasa mereka hanya akan monoton saja, minimal meski belum bisa berekspresi dalam bahasa Inggris, peserta didik saya mampu mengembangkan cara berpikir kritis, untuk mentaktisi hal tersebut, saya membuatkan skema diskusi menjadi sesi diskusi berbasis pengkondisian game.


(Foto: Pembagian grup - dokumen pribadi)

Mekanismenya sebagai berikut:

Kelompok yang akan melakukan presentasi wajib telah menguasai materi (toh sudah diberikan 1 minggu sebelumnya), lalu bahan presentasi disebarkan via whatsapp dan atau lewat selebaran fotokopi untuk menjadi bahan pembelaran bagi kelompok penyimak.

Kelompok presentase diberikan skor awal 100, skor 100 ini harus menjadi skor yang perlu dijaga bersama tim ini.

Usai presentasi, kelompok lain yang akan bertanya boleh mengajukan pertanyaan sebanyak jumlah anggota kelompok penanya

Kelompok yang melakukan presentasi wajib menjaga skor 100 atau bahkan menambah skornya, caranya adalah ketika dapat menjawab kelompok penanya maka tim presentasi mendapat tambahan 10 poin, namun jika tidak bisa menjawab soal dari penanya, nilai 100 akan dikurangi 10. Secara sederhana bisa menjawab dapat 10 poin, tidak bisa menjawab minus 10 poin.

Sedangkan bagi kelompok yang bertanya atau menyimak presentasi juga diberi skor 100, bedanya dengan kelompok penanya, jika pertanyaan mereka tidak bisa dijawab maka kelompok yang bertanya yang akan mendapatkan poin 10, dan otomatis kelompok presentasi minus 10 poin, namun jika pertanyaan mereka bisa terjawab kelompok penanya tidak akan mendapatkan pengurangan atau penambahan poin apapun, namun kelompok penyaji materi mendapat poin 10.

Teori monoton sikap tersebut akhirnya. Runtuh, bukan main galaknya peserta didik saya, mereka mulai mendengarkan, menyimak dengan seksama poin-poin penjelasan dari kelompok penyaji, siap-siap seperti Hyena yang memantau pergerakan mangsa mereka, lepas dari induknya siap mereka terkam.


(Video: Peserta bertanya pada tim pemateri)

Kejadian, kelompok penyimak mulai menyerang anggota penyaji yang dianggap belum mampu, namun dengan kolaborasi yang baik, tim penyaji materi hari ini sukses mempertahankan skor dan bahkan malah menambah skor mereka menjadi 150 poin. padahal jika saja mereka tidak bisa menjawab, skor akhir penyaji bisa saja menjadi minus 50.

Dan pastinya mereka harus menunggu pertemuan berikutnya untuk membahas plus membalas kekalahan mereka. untung tidak terjadi.

Sebagai seorang pendidik saya benar-benar tersentuh dengan sikap kritis mereka, cara mereka belajar, bekerjasama, saling silang pendapat, dan ada juga sedikit ogahnya.


"oooo...awas kamu, saya hantam nanti kelompokmu".

Mendengar itu, saya senyum dan menegur saja. "Gak apa-apa, cara-cara seperti inikan untuk membangun sikap kritis dan paradigma belaajr yang baru, tapi tetap saling menghormati itu yang utama".


(Foto; Guru memberikan penengah terkait situasi diskusi yang panas)

Ya...waktu 80 menit terasa seperti 8 menit saja, semua seperti berjalan seperti skornya telah diatur, baik-baik dan senang-senang saja semua. Saya rasa metode pembelajaran ini perlu lebih digalakkan.

Tenang masih ada Minggu depan, saya sudah bagi lagi sumber belajar yang ada di Portal Rumah Belajar, kali ini tentang to communicate activities in progress of the of time speaking at one poin at the time of past, and at one point at the time of future. Ada kegiatan lalu, sedang berlangung, dan yang akan berlangsung di masa depan.

Tidak sabar untuk menunggu kejutan skornya.

Last meeting, we were studying English

Now, we are studying English, 

Next meeting we will be studying English

I can wait it !!!.

(Baca juga: Festival di sekolah)









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing