‘Koja-Koja’ Singkat Portal Rumah Belajar di SMPN 1 Kambowa

                            ‘Koja-Koja’ Singkat Portal Rumah Belajar di SMPN 1 Kambowa

Sebagai salah satu sekolah yang diizinkan untuk menggelar pertemuan tatap muka terbatas, sekolah saya sangat benar-benar menghargai kebijakan pemerintah daerah ini, apalagi selalu mengingat imbauan dari Mas Menteri Pak Anwar Nadiem Makarim untuk menyegerakkan pertemuan tatap muka.

Sebagai salah satu sekolah yang sudah ikut melaksanakan vaksinasi, pertemuan tatap muka terbatas ini sangat membantu kami para guru, untuk benar-benar menggelar pertemuan yang rasa-rasanya kompetensi peserta didik sudah sangat mengkhawatirkan.

Gelar pertemuan kami jarak jauh yang hanya mengandalkan pemanfaatan petunjuk melalui aplikasi berupa whatsapp atau messenger, tanpa harus tahu teknik pengayaan pemberian materi yang seperti apalagi yang ingin kami lakukan untuk memfasilitasi peserta didik, benar-benar semakin membuktikan hasil survei terkait learning loss atau gap pendidikan yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Terbukti beberapa bulan kegiatan tatap muka terbatas berlangsung, kami mendapati banyak peserta didik yang kehilangan konsentrasi belajar, dan motivasi untuk menuntaskan materi-materi yang coba kami sederhanakan pemahamannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Bahkan beberapa siswa menunjukan semangat belajar yang sangat rendah, tidak mau menuntaskan materi-materi yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan belajar mereka, tidak mengerjakan tugas, catatan, jarang hadir di sekolah, dan bahkan terjadi sikap perundungan antar sesama peserta didik.

Situasi yang chaos tersebut, akhirnya menuntut peran yang sigap dari pimpinan SMPN 1 Kambowa.

Hari ini usai malam sebelumnya, kami mendapati informasi akan diadakan rapat Koordinasi Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas yang juga dirangkaian dengan strategi kolaborasi bersama orang tua peserta didik dan stake holder sekolah dalam permasalahan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Respon yang sigap dari pimpinan ini adalah bentuk yang harus kami apresiasi, penyatuan persepsi dan saling bekerjasama dengan penuh integritas dan memahami tupoksi sebagai tenaga didik adalah hal yang memang harus dilakukan.

Dimulai pada pukul 09.10 pagi kepala sekolah mulai memberi pengantar terkait upaya integrasi tatap muka memasuki fase era kenormalan baru, persiapan pembentukan sekolah percontohan, akreditasi sekolah, sampai memastikan para guru telah menuntaskan perangkat pembelajaran sebagai jaminan pelaksanaan mutu pendidikan di sekolah, dan beberapa diskusi tekhnis terkait permasalahan peserta didik yang menjadi konsern utama, kami akhirnya bersama-sama menyamakan persepsi.

Usai diskusi yang panjang tersebut, sebagai guru dan menjadi bagian dari 30 finalis Pembelajar Berbasis teknologi (PembaTIK) yang diselenggarakan dalam 4 level yang diakui sebagai kompetensi guru UNESCO dalam menyongsong pembelajaran di abad industri 4,0 oleh Pusat Data, Informasi, dan Teknologi (PUSDATIN) Kemendikbud Ristek bersama 2 rekan guru yang lolos di sekolah yang sama, kami berkesempatan mendapatkan waktu untuk bersosialisasi dalam ruang pertemuan tersebut.

Setelah semua permasalahan terkaji dan diperoleh solusi yang akan dilaksanakan untuk benar-benar menjamin jalannya jaminan mutu pendidikan di SMPN 1 Kambowa, kesempatan sosialisasi tersebut benar-benar tidak kami sia-siakan.

Pada dasarnya kami juga menyadari dan berasumsi bahwa semangat belajar peserta didik yang menurun tersebut bisa jadi diakibatkan faktor tidak interaktifnya kegiatan pembelajaran paska pembelajaran versi jarak jauh via whatsaap atau via lainnya tersebut. Maka usai mengikuti tuntas program Pembatik dan dinyatakan lolos level 4 dan juga telah menuntaskan pembimbingan secara klinis (Coaching Clinic) kami semakin menyadari bahwa tantangan guru memang semakin besar dari masa ke masa, kami juga mulai menyadari diri bahwa perlakukan akademis yang kami lakukan perlu mendapatkan pembenahan, bayangkan selama hampir 6 bulan dari Mei – November 2021, kegiatan yang kami ikuti ini memberikan perspektif baru bagi kami melihat dunia pendidikan.

Bagaimana kami melihat pendidikan dalam skala yang lebih luas; melihat dan  memahami konsep TPACK, kombinasi pengetahuan teknologi yang diterapkan dalam konsep pedagogis oleh guru, dan bagaimana tindakan-tindakan kreatif dan menantang dalam mengimplemantasikan proses pembelajaran melalui media-media teknologi yang mencoba menghidupkan proses interaksi antara guru dan murid, meski dalam bimbingan kelas maya.

Hal ini menjadikan kami berani berbicara tentang Portal Rumah Belajar pada kesempatan penting tersebut. Kamipun mulai berbicara tentang latar belakang, niat baik, dan praktik-praktik nyata serta korelasi dan integarsi portal Rumah Belajar hadir di sekolah dan atau digunakan secara mandiri oleh peserta didik.

Saya dan kawan mulai berbicara tentang fitur utama dan pendukung yang melibatkan Kelas Maya, Sumber Belajar, Laboratorium Maya, Bank Soal, sampai 8 fitur-fitur pendukung lainnya.

“Bayangkan, bapak ibu, saat kita dipaksa untuk berimajinasi tentang proses fotosintesis, proses makanan oleh tumbuhan dengan alat bantu matahari, bapak ibu melihat langsung atau menunjukan langsung gerak tersebut dalam Labratorium Maya”. Jelas ini adalah sekian dari sosialisasi yang coba kami galakkan terkait Portal Rumah belajar dengan segala manfaatnya.

Hingga akhir pertemuan dan waktu sosialisasi kami berakhir, semua guru dan bapak pimpinan kami sangat mengapresiasi kegiatan positif yang kami lakukan.

Jauh dari hal tersebut. Kami hanya ingin masyarakat tahu, bahwa Negara ini sedang tulus-tulusnya bekerja untuk mencerdaskan bangsa, bekerja dan berkolaborasi nyata, dan kami juga ingin agar masyarakat tahu, bahwa proses mencerdaskan bersama tersebut dapat dimulai dari diri kita,dan bergerak bersama. Kami tulus berbagi. 

Apa salahnya belajar memperkaya diri dari berbagai sumber, salah satunya melalui Portal Rumah Belajar?, iyakan bapak ibu? 👌

* Semua foto adalah dokumentasi pribadi







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing