The Shape of Water

The Shape of Water

(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Oleh: Honayapto

Judul ini ditulis bukan untuk membahas salah satu judul film yang masuk dalam nominasi di ajang Academy Award, atau yang akrab dikenal Piala Oscar yang sedang dilangsungkan di Amerika Serikat, di mana sederet artis-artis dan aktor-aktor papan atas Holywood bersiap melenggang di red carpet, untuk mendapat apresiasi atas ketajaman seni peran yang dimainkan, tak lupa unsur musikal, desain grafis, animasi, konsep teatrikal, penggunaan virtual 3D turut mendapatkan penghargaan di ajang penghargaan bergengsi di dunia ini.
Jauh dari hiruk-pikuk piala oscar, tulisan ini mengambil setting di pedesaan, menjalar jauh di paru-paru dunia (Hutan konservasi; Lambusango), the shape of water sebagai penamaan dalam aktivitas petualangan di hari minggu hari libur sedunia.

Berjalan pada pukul 9 pagi mentari masih memberi sinar hangatnya, dengan kendaraan roda dua ditemani 'The three musketer' petualangan TSoW dimulai, dari arah Buranga (Buton Utara) motor ini dibelokkan kearah kanan tepat di simpang 4 di desa Talingko, motor mulai menapaki jalan yang berkelok-kelok sesekali melewati jembatan perjalanan terbayarkan dengan suasana hijau, dan hembusan angin sejuk dari pelepah-pelapah dedaunan yang rimbun, kicau burung dan nyanyian kumbang pohon menjadi pelengkap musik alam di sepenjang jalan, tak ada kendala bagi ban motor jalan poros Baubau-Labuan menyajikan aspal hot mix yang sempurna tak ada lubang-lubang, hanya beberapa meter jalan yang berkerikil lepas, selebihnya mulus.
Diperlukan waktu 2 jam dengan kecepatan 40-50/H kami menembus desa Waondo Wolio dan menempatkan sepeda motor di tapal wisata tujuan, setelah melewati lahan pertanian penduduk setempat, kami menyusuri hutan sejauh 300 M. Ada canda tentang Hutan Aokigahara di sana, saya hanya mesem-mesem saja.


(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Takjub, satu kata ini melukiskan perasaan saya ketika pertama kali melihat air terjun 'Kandawu-ndawu' The Shape Of Water perlahan-lahan mulai memperlihatkan bentuk dan sifat air terjun ini.

Di sana ditegaskan sebuah konistensi walau terrhalang tebing yang tinggi, air ini terus saja jatuh dan terus saja jatuh, ada hempasan air yang tertiup angin akibat dorongan air yang tertarik gravitasi bumi, saya seakan-akan melihat bendungan air di negara-negara Eropa dibangun dalam sebuah kemustahilan, seperti melihat air terjun niagara dan air terjun di negeri tirai bambu, lalu kemudian perangahan ini semakin menjadi-jadi, terjadi pembiasan yang sempurna oleh cahaya matahari lalu membentuk sebuah pelangi, konsep alam ini juga kuterangkan pada The Three Musketer tadi.
Ya... Shape of Water, air selalu mengalir dari dataran tinggi ketempat yang rendah, selalu mengisi ruang-ruang, meresap melalui kapiler, dan menyejukkan, hari ini banyak pelajaran yang diambil, menjadi orang dengan selalu memahami perasaan satu sama lain, dapat menyesuaikan diri, serta mampu memberi kesejukan di manapun berada, Shape of Water, rasa syukur yang melimpah untuk keindahan Tuhan.

(Minggu, 04 Maret 2018)

(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing