Apa Kita (Butuh) Pahlawan?
Oleh:
Honayapto*
Bulan
November seperti bulan yang penuh dengan rahmat dan kasih sayang Tuhan kepada
bangsa Indonesia.
Bagaimana
tidak?, di pekan kedua bulan ini. Kita diajak merefleksi dua semangat
kebesaran, dan spritual yang hakiki pada sang pencipta.
Sabtu,
9 November 2019, sebagai negara yang mayoritasnya memeluk agama Islam,
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, seakan membawa kita kembali dalam tiap
jejak-jejak kehidupan utusan Tuhan ini.
Masa
kecil sebagai seorang anak yang yatim, hidup keras menjadi tanggungan sang
kakek, lalu diasuh sang Paman, hingga itibar perjuangan Islam, menyeruak hampir
dalam sanubari orang-orang yang tawadhu dan percaya akan keesaan Allah SWT.
Tentu
saja, dengan memperingati kilas balik ini, akan semakin menguatkan eksistensi
agama 'Rahmatan lil alamin'; ada kelangsungan kehidupan manusia yang
memanusiakan manusia.
Keuntungan
besar apalagi yang tak diraih bangsa dan negara ini.
Pada
hari ini, Minggu, 10 November 2019, lagi-lagi negara ini seperti ketiban rasa
syukur yang melimpah ruah, 10 November kita peringati sebagai hari Pahlawan.
Di
tengah peliknya narasi kebangsaan kita akan radikalisme, manipulator agama,
sampai dengan desa siluman, bukan suatu hal yang biasa saja, dan berjalan apa
adanya, dua hari ini dihadirkan sengaja oleh Tuhan sebagai pengingat kebesaran
akan kedigdayaan bangsa yang gema ripah lo jinawi.
Tuhan
seakan menegur kita, bahwa betapa banyaknya kebaikan-kebaikan yang terserak
yang tak dapat kita jumput satu persatu, sehingga kita harus merenda
rumbai-rumbai kebencian, saling serang, dan menjatuhkan lawan maupun kawan.
Jika
pada masanya, Pasukan Gajah yang dengan seenaknya ingin memasuki ruang-ruang
privasi dan keadilan orang lain, alam mentaati titah Tuhan, pasukan ini lenyap
seketika mendapat serangan dari burung ababil yang membawa batu dari neraka
jahannam, mereka bagai daun yang dimakan oleh ulat.
Begitu
deskripsi kitab suci dalam mensyairkan kejadian-kejadian yang epik. Ini tampak
sebagai sesuatu yang fantastis yang rasa-rasanya jauh dari nalar kita, namun di
era 'engine' saat ini, bukti-bukti sains telah benar-benar mencerahkan
peradaban alam pikir kita.
Satu
yang dapat kita petikkan, bahwa kebesaran, keangkuhan, kesemana-menaan,
kesombongan, kebencian tidak akan membawa kita dalam satu kemuliaan.
Mungkin
ini yang menjadi landasan yang kuat yang disadari para pahlawan kita. Mereka
paham bahwa, menunjukkan identitas yang sejati adalah dengan menaklukkan diri
sendiri, super of achievement, extraordinary.
Dalam
Bahasa Sansekerta, Pahlawan dituliskan Phala-wan
yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas
bagi bangsa, negara, dan agama, yang diartikan sebagai orang yang menonjol
karena keberaniannya dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, atau pejuang
yang gagah berani (Wikipedia).
Pertanyaan
yang mendasar, apa saat ini kita memang masih butuh pahlawan?,
Jika
negara ini terbangun karena perjuangan keras, bercucuran darah, dan air mata,
meruntuhkan setiap sendi-sendi egoisme kehidupan, dan bahkan berkalang nyawa
sampai hilang tak tertangkap sejarah.
Maka
jawabannya, kita masih butuh pahlawan, kita masih butuh orang-orang yang
bersiap membela kebenaran, kita masih butuh orang-orang yang mau berjuang dan
yang mencerahkan.
Kita
mesti memerlukan tangan-tangan penguasa yang memegang kokoh tangan-tangan kecil
rakyatnya, merangkul bahu-bahu jelatanya.
Bangsa
ini masih membutuhkan orang-orang yang dermawan yang mau berbagi infak dan
sadaqah pada anak-anak jalanan, fakir dan miskin, kaum papa, dan orang-orang
yang belum beruntung lainnya.
Negara
ini mesti butuh guru-guru yang ikhlas, dalam mendidik putra-putri bangsa, masih
butuh para alim dan ulama yang akan mencerahkan bangsa dan agama dalam jalan
yang seharusnya.
Dan
yang teramat pasti, negara ini membutuhkan kita, menjadi satu pahlawan kecil,
pahlawan yang disiplin, pahlawan yang tidak buang sampah sembarang, pahlawan
yang suka membaca, pahlawan yang suka menolong Sesama manusia.
Pertanyaannya apa kita mau jadi pahlawan?.
Selamat hari Pahlawan
10
November 2019
Selamat
memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar