(Artikel ini ditulis sebagai serial untuk mengisi ruang-ruang kemeriahan gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi ke-11)
Lagundi-CjSport. Menjadi penutup laga babak 16 besar gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi ke-11 pada hari Minggu, 31 Juli 2022. KT Lawele FC desa Lawele Kabupaten Buton harus menjamu sesama rekannya dari kabupaten yang sama, PSS Kakenauwe FC.
Dua tim yang sama-sama turun dengan dukungan penuh dari pendukung setia mereka, menyajikan laga yang seharusnya dimainkan di laga 16 besar; bergerak cepat, berbalas, dan duel-duel maut terjadi sejak menit-menit awal laga ini dimainkan.
Menit kedua Amzar (12) KT Lawele FC nyaris membuka peluang untuk timnya dengan Jersey putih ini, ketatnya serangan untuk mengamankan posisi 8 besar ke tujuh ini juga mulai berbalas dilakukan Indra (14) PSS Kakenauwe, remaja berpostur tinggi ini juga hampir membuat mencle kiper dari Kt Lawele, menit ke 5 menjadi menit perdana baris strategi yang dijejalkan masing-masing menejer kepada dua tim mereka yang sedang bertarung.
Sempat tidak mampu menembus lini pertahanan masing-masing, Arman (37) PSS Kakenauwe pecah kebuntuan timnya, tim dari desa Waoleona ini sukses menembus jala kiper KT Lawele. Lawele nyaris menyamakan kedudukan di menit ke 20 sebelum peluit panjang babak pertama ditiup. Silang terbuka yang matang dari Fachril (91) nyaris dimanfaatkan dengan baik dari Amal (26) sundulan keras kepalanya sedikit melebar skor 1 : 0 sudahi babak pertama.
Di kick off kedua, PSS Kakenauwe tampil garang, masuk dengan Jersey Merah Putih PSS Kakenauwe ikut jejak Lampedonga FC yang juga ambil raihan positif di babak 16 besar ini. Arman (37) tambahkan keunggulan timnya di menit yang baru 5 menit dimainkan.
Tidak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya, Fachril (91) akhirnya perpendek interval skor dari tim lawan, 1 menit ketinggalan 2 gol, Fachril catatkan nama di menit ke 26 untuk skor 2 : 1. Giat positif KT Lawele hanya seumur jagung, petaka pinalti akhirnya terjadi di menit 27 pemain bernomor punggung 37 Arman, lagi-lagi jadi eksekutor dan sukses lesakan keras ke jala kiper lawannya.
Keunggulan semakin menjadi-jadi, Arman pemilik nomor keramat ini (37) kembali sukses catatkan bracelet untuk skor 4 bagi tim PSS Kakenauwe, tidak ingin pulang dengan 1 gol. Fachril (91) KT Lawele mencoba memperpendek skor dengan tambah gol usai umpan silang dari nomor 8 di menit ke 37.
Sampai peluit panjang ditiupkan Muchlas sebagai wasit pertama, Skor 4 : 2 bawa PSS Kakenauwe amankan tiket 8 besar meskipun di babak 8 besar harus kehilangan 1 pemain yang diganjar kartu merah, sebaliknya KT Lawele harus akui keunggulan tim lawan. Nomor 37 pantas ditasbihkan sebagai nomor keramat untuk tim desa Waoleona.
Partai Kedua
Partai puncak penutup laga 16 besar, menjadi laga yang juga dinantikan penikmat turnamen futsal terbesar se-kecamatan Kambowa ini, dimainkan yang juga berstatus tuan rumah Tobar FC, desa Morindino dan Persela FC desa Lagundi Kecamatan Kambowa kabupaten Buton Utara.
Berlangsung dengan sangat alot, keras, dan bertensi tinggi, laga final yang dipimpin Suhartito dan Muchlas ini sejak dimainkan terus bergolak dengan sorak sorai para pendukung dua tim.
Salif (11), Kaher Sane (4), Indra (16) Persela FC sukses bangun kolaborasi yang ciamik, kontribusi mereka mampu menekan pergerakan yang biasanya sangat cepat dilakukan dari tim Tobar FC. Membalas pressure tinggi dari Persela Tobar FC juga turun dengan kekuatan penuh, meski kehilangan satu pemain utama mereka (Jula 33) Dalwin (42) yang, Arlin (17), Afdal (7) Tobar FC juga menjadi ujung tombak serangan yang tidak henti dibangun untuk menembus pertahanan Persela.
Naas di menit ke 10, drama terjadi di depan jala kiper Tobar, Kaher Sane (4) manfaatkan kemelut tersebut, serangannya pastikan pemain Tobar lakukan murdered goal, sempat mendapatkan kesempatan emas, dengan mendapatkan hadiah pinalti dari wasit Muchlas di menit ke 20, Arlin (17) gagal manfaatkan peluang terbaik tersebut, sepakannya mental dihadang mistar gawang dan diamankan saja kiper Bayu Ato. Skor 1 : 0 bertahan sampai babak pertama usai.
Di lanjutan penutup, skor tipis 1 : 0 masih menjadi pembeda yang masih prematur untuk mengambil tiket 8 besar, namun Kaher Sane (4) lagi-lagi sukses jadi jagal gol kedua untuk Persela.
Di menit ke 29 pemain asal Bonelalo ini, perpanjang keunggulan untuk amankan slot 8 besar, bukan tim 16 besar kalau Tobar FC harus pulang dengan skor 0. Epick Comeback muncul dengan gagahnya, penetrasi berkali-kali yang dilakukan Arlin (17), Arif (10), Dalwin (42) sukses antar Afdal (7) raih poin untuk timnya di menit ke 30, skor 1 : 2 menghentak Persela FC, kejutan tim Tobar terus berlanjut, hadiah pinalti kedua kembali menjadi kado manis untuk menyamakan kedudukan imbang.
Usia pinalti pertama yang tidak dimanfaatkan dengan baik, menejer pastikan Dalwin (42) jadi eksekutor dan sukses skor 2 : 2. Akhirnya tutup waktu normal. Babak ekstra time 2 X 4 akhirnya harus dimainkan.
Di tambahan waktu, energi kedua tim yang bermain sudah sangat terkuras, namun kedua tim yang bermain juga masih berkutat dengan daya tahan tubuh mereka, kedua tim juga masih terlihat tidak ingin kalah atau merasa kalah dari tim lainnya, petaka terjadi di sisa-sisa menit babak awal 5 menit pertama 'additional time' peluit panjang dibunyikan dengan mengiri sepakan keras Kaher Sane (4) Persela FC ke jala kiper tobar yang dianggap gol dari wasit kedua Muchlas.
Peluit panjang tersebut nampaknya, mengharuskan kedua wasit untuk berkomunikasi, dan wasit pertama menganulir putusan sebelumnya, dan akhirnya mengundang protes tim yang dinyatakan gol sebelumnya.
Situasi sedikit memanas, namun dapat dikendalikan dengan baik dari semua unsur panitia dan pihak keamanan, kedua wasitpun bersama menejer kembali menjelaskan segala teknis pertandingan dan putusan yang dikeluarkan, dan akhirnya diputuskan putusan pertama yang menyatakan gol adalah putusan yang valid dan harus diikuti.
Di titik ini protes keras akhirnya terjadi, tim Tobar FC dari desa Morindino asuhan Sudarco tidak terima dan menyatakan Walk Out dari Laga. Panitia dengan segala kewenangan yang diberikan kepada wasit menghargai putusan wasit baik wasit pertama atau kedua dan dalam posisi yang netral menerima hasil sidang dan segala keputusan tertinggi yang dipegang kedua wasit tersebut.
Ditemui usai laga wasit Muchlas mengatakan "Kewenangan yang dimiliki wasit pertama dan wasit kedua adalah sama, kedua pengadil lapangan memiliki andil yang sama, merata, adil, dan transparan dalam melihat laga yang sedang berjalan, terlepas dari kontroversial yang ada, kami telah berupaya dengan semaksimal mungkin menjaga asas-asas pengawasan dilakukan secara maksimal. Saya rasa tim harus siap kalah dan menang dan siap sportif dengan hasil yang menjadi putusan bersama".
Laga partai penutup ini, akhirnya dimenangkan Persela FC untuk tiket terakhir, tiket 8 besar.
Jangan lewatkan keseruan gelaran 8 besar kita pada hari Kamis, 4 Agustus 2022.
Penulis: Honayapto
Editor: Honayapto
Dokumentasi:














Tidak ada komentar:
Posting Komentar