(Artikel ini ditulis sebagai serial untuk mengisi ruang-ruang kemeriahan gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi Ke-11)
Lagundi-CjSport. Laga partai pertama Selasa, 12 Juli 2022 yang dimainkan Ana-Ana Masigi FC desa Waoleona Buton versus Black Panther FC Pongkowulu Buton Utara berlangsung mengejutkan.
Pasalnya turun dengan poin 0 di grup E setelah kalah dari Gantara Jaya 1 - 3, Ana-Ana Masigi tampil sangat impresif melawan harimau hitam julukan tim lawan.
Memang di awal-awal laga tim asuhan Endi ini mampu kurung lini pertahanan tim lawan, tepatnya di menit ke 7, Jusrin (55) gagal eksekusi bola, keunggulan tim Jersey hitam hijau ini terus berlanjut di menit ke 8, dan 9, lewat operan silang rekannya Jayus (72), Hikma (97), dan Arif (69) bangun skema serangan tiga bomber, namun kiat itu tak mampu pecahkan pertahanan Ana-Ana Masigi.
Terpojok, tim Heri dkk, mencoba keluar dari tempo main cepat Black Panther, tidak sia-sia, Indra (14), dan Nurzaimat (77) sukses bangun serangan balasan di menit ke 10 dan 11.
Turunnya Heri (12) juga memberi pembeda permainan, pada menit ke 17, Heri beri sepakan keras yang hampir mengoyak jala kiper Black Panther.
Turun percaya diri, Tim Black Panther pecah kebuntuan di sisa 1 menit laga usai. La Radin (12) jadi Algojo pertama tancapkan nama di papan skor. 1 - 0 keunggulan tim Pongkowulu.
Di paruh kedua, Ana-Ana Masigi sukses bungkam dukungan penonton pendukung Black Panther FC, Inra (14) beri gol balasan yang cantik di menit 23. Melihat timnya dalam ancaman, Black Panther terus gencarkan serangan, usaha keras tidak sia-sia, sepakan keras yang tidak diprediksi kiper Ana Masigi, mampu dilesakkan Arif (69), skor 2 : 1 kembali tempatkan Black Panther di atas angin.
Status di atas angin sedikit membuat lengah tim hitam ini, Nurzaimat Masigi (77) kembali samakan kedudukan di menit ke 30. berusaha menggedor tim lawan, Black Panther ciptakan peluang emas terus, meski mendapat hadiah pinalti di menit ke 35, Jusrin (55) buang peluang terbaik.
Sampai peluit panjang dibunyikan. Skor 2 : 2 tutup laga kejutan untuk Ana Masigi.
Babak Kedua
Performa tim perwakilan desa Morindino Buton Utara, PSL FC semakin mengkhawatirkan lolos di fase grup, 1 kali bertanding melawan Black Panther, tim Edwar Sanjaya (1) dkk masih kesulitan keluar dari zona degradasi.
Tren tidak baik ini terus berlanjut saat tim ini melawan Gantara Jaya FC, hal ini dapat terlihat dari pola permainan yang dapat dikuasai dan dikontrol penguasaan secara penuh dari tim Benteng Keramat ini.
Masuknya Andika (24), Marsha (10), Nanda (30), Fisal (10), beberapa anak muda yang bergerak menyerang dengan tempo yang cepat dan dinamis, tak urung membuat keteteran PSL FC, babak pertama menjadikan PSL babak belur dihajar Gantara, masing-masing tercatat di menit ke 9, dan 15 Diman (11) sukses gandakan keunggulan timnya, majunya Fisal (10) juga tutup kemenangan untuk tim berjersey khas hijau berbalut pink biru ini.
Gerak Edwar (1), Jasmin (12) tak cukup berarti di paruh awal, skor 3 : 0, jadikan alarm bahaya untuk PSL.
Usai turun minum, jalannya tarung juga tidak berubah secara signifikan untuk PSL, Gantara FC, semakin menjadi jadi. Amur (70), Fisal (10), dan Mas Kuri (55) ngotot ingin menambah keunggulan untuk timnya.
Keadaan berbalik, Dewi Fortuna sedikit memberi harapan, masuknya Sartono (11), PSL mencoba mempersempit jarak kekalahan, sepakan keras dan terukur Sartono pecahkan skor 0 untuk tim, namun tren ini tidak berlangsung lama. Sampai 40 menit babak tempur selesai. Skor 3 : 1 keunggulan Gantara tempatkan PSL berada di zona merah, sedangkan Gantara Jaya FC amankan posisi di fase grup.
Babak Ketiga
Di babak ketiga, permainan yang disajikan juga tidak kalah seru, sama-sama dari Kabupaten Buton Utara, dan sama-sama dalam zona kuning.
Baracas FC desa Lagundi dan Phoenix FC desa Konde menjajal tarung hidup dan mati, laga ini juga menjadi motivasi terbesar untuk Baracas FC keluar dari keterpurukan fase penyisihan. Kalau dari Wolio FC, dan imbang versus Royale Sekawan, Baracas FC wajib mengalahkan Phoenix untuk jaga asa.
Namun, motif yang sama juga terjadi untuk Tim Burung Legenda ini, usai dihajar Lapendonga, Tim asuhan Busran harus manfaatkan mental yang down dari tim tuan rumah.
Sempat membuka peluang emas dari pemain bernomor punggung 10 Wahab, umpan silang dari Ibrahim (7) gagal dimanfaatkan dengan baik di menit ke 5. Ibrahim juga hampir menjadi starter kemenangan jika upaya memasukan bola tidak terburu-buru di menit ke 7.
Anak-anak Konde juga tidak tinggal diam, masuknya Danil (26) sukses balas menggertak di menit 13. Beruntung memanfaatkan kekalutan di lini belakang, memanfaatkan sepakan sudut, Kandar (30) jadikan pemain perdana yang tempatkan nama di papan skor.
Bergantinya posisi penjaga gawang Baracas, Diki yang diganti Adam, kacaukan pola serangan yang dibangun tuan rumah. Sayang, skor 1 - 0, tutup kemenangan tim Phoenix.
Di babak kick off kedua, Phoenix tidak ingin ketinggalan momentum tersebut, Sawal (9) tambahkan keunggulan timnya di menit ke 28, sempat ingin membalas, masuknya Afrin (2) sedikit memberikan peluang untuk tim yang didukung penuh pendukung setia mereka di luar lapangan.
Tidak percuma, kolaborasi Wawan (12) Afrin, beri sumbangsih untuk satu lesakkan gol balasan yang tercipta di menit ke 38 dari sepakan keras dan terukur Anugerah (18). Sayang kesempatan itu usai.
Baracas FC, harus puas berada di zona degradasi. Skor 2 : 1 beri keunggulan untuk Phoenix FC.
Jangan lewatkan keseruan kompetisi Turnamen Futsal Liga Lagundi Ke-11.
Penulis: Honayapto
Editor: Honayapto






luar biasa
BalasHapus