(Artikel ini ditulis sebagai serial untuk mengisi ruang-ruang kemeriahan gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi ke-XI)
Lagundi-CjSport. Turun
bermain di grup F, 3 Basudara FC asuhan dari Andi yang juga kepala desa Lagundi
ini mampu torehkan hasil positif di pertemuan keduanya. Menang telak 6 – 0 melawan
Lapendonga Junior FC, trend positif pemain yang didominasi dari kota Baubau ini
terus berlanjut.
Turun melawan Super Family FC
tim Tuangila dari Kabupaten Buton. Ancu dkk (27) tak mampu beri kesempatan
berkembang untuk Super Family. Hal ini dapat dilihat dari pola permainan tim
berjersey putih corak biru ungu hitam. Di menit kedua Ancu (27) terus
melontarkan serangan pembuka, getolnya serangan terus ditambah, berselang 3
menit, pemain 3 Basudara nomor 7 juga turut andil dalam gerakan penetrasi yang
dibangun rekan.
Pertahanan Super Family FC
akhirnya bobol, di menit ke Sembilan, pemain nomor 7 jadikan pencetak gol pertama,
sempat membalas usai kemasukan bola, pemain nomor 3 Super Family tak mampu
banyak berkutik melawan ritme tempur 3 Basudara yang berjalan pelan dan pasti. Keunggulan
tim Basudara terus bertambah. Lagi-lagi pemain bernomor punggung 7 kembali mencatatkan
nama di papan skor di menit ke -17, skor 3 : 0 untuk keunggulan tim 3 Basudara di
babak pertama ditutup usai pemian bernomor 3 sukses ambil andil di menit 20. Paruh pertama
status 3 Basudara di atas angin.
Di paruh kedua, permainan
sedikit berbeda, Super Family mengambil kendali permainan, beberapa kali
komunikasi serang yang dibangun 3 Basudara mampu dimentahkan pemain lini
belakang, dan getolnya serangan balasan kedua sukses perkecil skor Super Family
FC, mendapatkan hadiah pinalti di menit ke 22, pemain nomor 19 Super Family perkecil
ketertinggalan, skor 3 : 1 saat itu.
Situasi untuk 3 Basudara
juga terus mengkhawatirkan, permainan yang tidak berkembang, dan beberapa
serangan spekulatif tidak banyak berarti, keadaan berubah genting, tepat di
menit ke ke 26, pemain bernomor 7 tambah keunggulan untuk timnya, skor 3 : 2
semakin memperkecil ketertinggalan tim Tuangila ini.
Sempat mengalami distorsi
permainan, 3 Basudara pelan dan pasti ubah skema permainan, tim ini sukses
tutup skor 5 : 2 setelah pemain nomot 5 beri gol di menit 33, dan teranyar,
laga ditutup dengan kesalahan telak penyerang Super Family yang mengoperkan
bola pada tim lawan di menit 40. Raihan positif melawan Super Family FC, antar
3 Basudara Kokoh bertengger di puncak grup F.
Babak
Kedua
Laga yang mempertemukan 2 tim yang sama-sama masih
belum mendapat poin ini, terbilang cukup krusial. Kedua tim harus mampu minimal
memenangi laga untuk berada di posisi kedua, setelah Super family FC dari grup
yang sama, tidak memperoleh hasil positif.
Berbekal sisa permainan yang
semakin habis, kedua tim harus bekerja keras untuk mendapatkan poin. Permainan ini
semakin menarik, kedua tim yang dibantu semangat dari pendukung setia
menampilkan sikat serangan yang saling balas membalas satu sama lain.
Pemain bernomor 72 Demo
bersama Adnan (21), Aryo (8), sangat getol untuk mencetak skor. Hal yang sama
juga berlaku untuk Tim Junior dari Wagari, Lapendonga Junior, Uut (14), pemain
nomor 11, dan 14 juga siap meladeni pergerakkan tim guru-guru Kambowa. Masuknya
Sairudin (12) untuk PGRI kec. Kambowa hampir memberi peluang emas, operan
silang yang terukur dari Eko di menit ke 16 tak mampu digapainya, tinggal perlu
satu sodokan yang lembut, tim PGRI bisa menjaga asa.
Ritme berbalas ini juga
terjadi, nyaris kebobolan, pemain nomor 21 juga gagal manfaatkan umpan pemain
nomor 7 Wagari Junior, skor kacamata tutup paruh awal.
Di babak kedua, laga yang
diawasi Ibrahim Akbar dan Suhartito ini, juga belum mampu memberi kejutan
kemenangan satu sama lain. Ditemani teriakan-teriakan penonton, tempo dari PGRI
semakin dipercepat, usaha ini sukses, di menit krusial babak akan usai menit 30
Adnan (21) beri teriakan histeris pendukung tim guru, skor 1 : 0 keunggulan
sementara tim guru, namun euphoria tersebut tidak berlanjut lama, menit penutup
menit ke 39, jadikan last minute yang
mengerikan untuk tim PGRI Kambowa, Onco (10) pemain muda Lapendonga Junior beri
mimpi buruk untuk mimpi manis PGRI. Skor 1 : 1 jadikan 2 tim ini tempati posisi
paling modar di grup ini.
Babak
Ketiga
Di babak ketiga, dominasi
penonton dari kelurahan Kambowa yang turun penuh mendukung Selbar FC, rupanya
memberi semangat dukungan yang positif untuk tim. Belum lagi mengingat status jago
grup G, usai cukur habis All Star 5 : 0 di laga perdana.
Selbar FC sedikit berbesar
dada melawan Blazer FC yang masih dengan poin 0, usai kalah 2 : 5 versus
Napoleon FC. Terbukti tim berjersey tuah hitam corak putih ini turun dengan kekuatan
penuh untuk meraih kemenangan di awal-awal laga, menit kedua pemain nomor 26
Selbar turut beri serangan pembuka. Sempat merangsek membalas di menit ke
tujuh, upaya pemain nomor 8 harus terhenti.
Pemain nomor 7 Selbar tutup kiat balasan Blazer FC dengan capaian gol di menit
ke delapan.
Seperti sama-sama berharap
tuah dari nomor punggung 7, pemain Blazer FC samakan kedudukan di menit ke 14. Keunggulan
tim Selbar FC rupanya terus berlanjut sempat membuka peluang dengan memberi
tendangan keras ke arah gawang, setelah melewati kemelut di pintu jala kiper
Blazer, pemain nomor 7 Selbar lagi lagi jadi kunci kemenangan di paruh pertama,
sampai babak pertama usai, skor 2 : 1 keunggulan untuk Selbar FC.
Di laga kick off kedua,
Blazer FC semakin ketinggalan, pemain nomor 11 Selbar FC, tambah keunggulan tim
menit 24, Blazer FC yang sempat kehilangan fokus kali ini, sukses membalik
keadaan. Pemain nomor 7 Blazer kembali menjadi pemain yang patut untuk
diwaspadai, lesakan keras sepakan langsung pemain ini sukses koyak jala kiper
Selbar di menit ke 31. Skor 2 : 3 buat panik Selbar. Tidak ingin kehilangan
peluang emas, Selbar FC kembali berupaya memperjauh rentang skor, pemain nomor
37 Selbar catatkan nama di papan skor pada menit 33. Skor 4: 2 keunggulan
Selbar.
Di menit-menit terakhir aksi
‘comeback’ Blazer FC kembali terjadi, tim dari Lasalimu Selatan kembali
memperkecil ketertinggalan, melalui sepakan terukur nomor 25 Blazer FC beri
skor 3: 4. Nyaris, nomor 25 Blazer hampir sukses samakan kedudukan di menit ke
40. Namun hingga laga yang dipimpin Suhartito dan Ibrahim Akbar ini usai, skor
tipis 4 – 3 tempatkan Selbar di atas angin dan menjaga asa menatap laga
selanjutnya.
Selamat untuk semua tim yang
bermain.
Penulis: Honayapto
Editor: Honayapto






Informasi yang
BalasHapusInformasi yang bermamfaat
BalasHapus