Bangkit

Bangkit

.

.

.

Ini tulisan uma (kata Uma adalah panggilan lain untuk ayah).


Bagi saya uma adalah sosok yang unik, sebagai penikmat film bergenre sejarah, uma masuk kategori sebagai seorang sejarawan, dia selalu mengabadikan segala momen istimewa dalam bentuk tulisan.


Kalau para sejarawan akan mengisi catatan sejarah di daun-daun lontar, atau menuliskannya di buku-buku sejarah dan kemudian disimpan dalam rak-rak perpustakaan kerajaan.


Uma tidak begitu, di mana media untuk menulis ada, dia akan menuliskannya, kalau ada buku-buku mungkin dibuatnya juga.


Sejauh hidup saya, dinding rumah kayu kami adalah media tempat dia menggores catatan-catatan penting hidup kami.


Dari tanggal kelahiran, tanggal kematian, tanggal pernikahan, sampai tanggal keberangkatan ke kota-kota besar. Makanya unik, tulisan beliau juga sangat indah, khas pendidikan sekolah rakyat di masa Hindia Belanda dan Jepang.


Di bawah ini, adalah goresan tangan ayah, kalau tidak ada spidol di tahun itu, arang kayu api sudah pasti menjadi alat tulis beliau. Iya masih lekat saat keberangkatan pertama kali menjumpai paman di kota Bandung, ditulisnya gagah, dan terang benderang di dipan persis belakang meja kerja saya saat ini.


"Tanggal 20/5/2019 Mulai Dinas Honayapto Hari Senin".


Lengkap dari harinya, tanggal, bulan, dan tahun, sampai perihalnya, hanya kurang jamnya berapa.


Tapi jamnya saya ingat, jam sebelum jam 07.00 pagi waktu Indonesia bagian Tengah. Karena saya tahu, saya tidak boleh terlambat.


Ya...kawan-kawan hari ini, genap 3 tahun Surat Perintah Menjalankan Tugas sebagai seorang calon guru di sekolah menengah pertama mulai saya lakoni.


Pada saat itu, kepercayaan negara telah diberikan kepada saya, bukan main takut dan senangnya, saya takut jangan sampai tanggung jawab ini tidak bisa saya jalankan dengan sebaik-baiknya. Saya senang karena ini adalah manifestasi akhir dari perjuangan keras saya.


Saya berdisiplin diri dengan diri saya, berdisiplin yang sesungguh-sungguhnya. Makanya saat ayah saya melihat kesungguhan itu, maka saat itu tanggal hari ini adalah tanggal yang wajib untuk dimasukkan dalam pagelaran karya tulis di museum rumah kami.


Uma, tahu itu adalah hari besar bagi saya dan bagi dirinya pula.


Apa yang Uma tanyakan setelah saya mengerjakan tugas di hari pertama. "Kamu mau kasih apa negara?".


Saya menjawab "Saya mau kasih awal yang baik untuk negara, saya tidak bisa beri banyak, tapi saya kasih contoh kedisiplinan, karena saya percaya kedisiplinan adalah awal kebangkitan bangsa".


"Ya...bangsa yang besar adalah bangsa yang menjaga disiplinnya, disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin bekerja, disiplin beribadah, disiplin bertanggung jawab".


Selamat hari kebangkitan Nasional ayah.


Terima kasih atas tulisannya, cantik sekali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing