Tangguhnya Tim Napoleon, 3 Basudara Akui Mandiri Jaya

(Pemain Mandiri Jaya terjegal 3 Basudara)

(Artikel ini ditulis sebagai serial untuk mengisi ruang-ruang kemeriahan gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi ke-11)

Lagundi-CjSport. Gelaran 8 besar yang dilakoni pada hari ini Kamis, 4 Agustus 2022 berlangsung dengan sangat meriah. Ramainya kunjungan penikmat dan penonton setia serta pendukung tim-tim jago yang berlaga di 8 besar, sangat berefek atas kesuksesan tim yang berhasil menjaga asa dan lolos ke babak semifinal.

Terbukti, partai pertama yang mempertemukan Gantara Jaya FC dari desa Baluara dan FC Napoleon desa Lagundi yang sama-sama dari Kabupaten Buton Utara ini berlangsung sangat seru dan meriah.

Tampil terbuka, dan bermain dengan pressure yang sangat tinggi Napoleon FC sudah berhasil membuka keunggulan untuk timnya,  Irlan (9) nyaris catatkan nama di menit ke 7, namun rekan setimnya Alan (19) yang menempati tempat tersebut, manfaatkan sepakan sudut yang kuat dari pemain bertubuh besar dan tegap ini, sodokan kaki yang ringan dari Alan pemain bernomor punggung 19 sukses koyak jala Kiper Gantara untuk gol perdana Napoleon FC.
(Gantara Jaya hijau Biru, pemain Napoleon terjungkal)

Tertinggal 1 gol, Gantara memang mencoba membuka berbagai peluang, namun dari pengamatan sejauh pertandingan berlangsung, tim berjersey hijau corak merah muda, sangat kesulitan membangun serangan, beberapa penetrasi yang dibuka pemain nomor 10 (Fisal) Andika, dan Nanda, selalu mental dihadang pemain Napoleon yang berpostur tinggi besar.

Pola serangan cepat, dan bekingan kuat Doni (7) nampak tidak berarti di bawah tekanan Tim Napoleon, turun dengan kekuatan penuh tim asuhan Oinas, kembali membuka keunggulan di menit ke 14, Alan pemain bernomor punggung 19 sukses kembali jadi algojo untuk Napoleon.

Keunggulan Tim Bonaparte ini terus berlanjut, diwarnai dengan ketegangan yang meningkat untuk menyamakan kedudukan dari giat Gantara Jaya, tim remaja desa Baluara ini kembali telan kekalahan telak 3 : 0 usai menerima umpan silang yang baik dari Abdi (93) Alan sukses ciptakan gol ketiga buatnya di menit akhir laga babak kick off pertama usai. Meski mencoba untuk minimal menyamakan kedudukan, skor jomplang 3 : 0 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Di leg kedua, Tim Napoleon tidak mengendorkan serangan, baru berjalan 3 menit Marten (4) gandakan keunggulan timnya. Di menit ke 32 nyaris duet kolaborasi Fisal (10) dan Nanda (30) Gantara Jaya hampir memperpendek interval skor yang makin jauh.

Tampil menguasai penuh permainan, Napoleon kuasai semua lini pergerakan, dan sukses menekan geliat pergerakan yang coba dibangun dari Menejer Gantara Jaya Dolmas. Naas di menit ke 37 umpan maut Alan (19) sukses kembali antar rekannya Mirfan (29) jadi algojo ke 5 untuk tim Napoleon.
(Napoleon tutup pergerakan Gantara Jaya)

Misi ingin membalas kekalahan telak, Gantara Jaya sempat buka peluang, sepakan keras dan terukur dari Amur (70) nyaris pecah telur untuk Gantara. Namun hari ini seperti jadi hari soal untuk tim Baluara, tim ini kembali telan kekalahan di menit ke 39. Asrin (8) tutup skor 6 : 0 untuk membawa timnya amankan tempat pertama di babak 4 besar. Skor 6 : 0 tanpa balas tekuk perlawanan Gantara Jaya.

Partai Kedua

Di partai kedua, berbanding terbalik dengan pola pertandingan sebelumnya. Sama-sama menggunakan nama 'Jaya' di belakangnya, Mandiri Jaya FC dari desa Waoleona kabupaten Buton sukses tolak raihan negatif tim bergelar nama belakang 'Jaya' di timnya.

Menjamu tuan rumah 3 dari desa Lagundi Kabupaten Buton Utara 3 Basudara, Mandiri jaya benar-benar berjaya di laga 8 besar ini.
(Qyanzi 44, Pemain berbahaya Mandiri Jaya)

Setelah peluit panjang dibunyikan yang dipimpin wasit utama Muchlas dan wasit kedua Suhartito, Mandiri Jaya dan 3 Basudara benar-benar sukses mencuri hati penikmat gelaran bola futsal ke sebelas kalinya ini.

Sebagai dua tim yang sama-sama tidak pernah menelan kekalahan di babak penyisihan dan babak 16 besar, duel tim ini menyajikan sajian laga yang sangat sportif dan dimainkan secara profesional dari kedua tim. Kedua tim turun dengan gaya bermain yang berbeda namun memiliki kemampuan yang sama dalam menjaga pergerakan lawan dan memotong setiap serangan diberikan.

Mandiri Jaya di awal terus merangsek maju, bermain dengan salah satu pemain Qyanzi (44) yang ngotot dan sangat cepat, selalu sukses membuat repot lini belakang, sangat berbeda dengan 3 Basudara, di menit awal 3 Basudara terus memindai setiap gerak-gerik serangan dan pola yang dimainkan lawannya.

Sesekali kedua tim, memberi sepakan spekulatif dan mencoba mengganggu pertahanan, dua tim saling menjual dan membeli serangan, saling balas tackling dan upaya penetrasi beragam dilakukan kedua tim.

Sampai babak pertama usai skor kacamata berakhir.

Di paruh kedua, penonton terus saja tersihir dengan gaya bermain kedua tim yang bertanding dengan tensi tinggi namun sangat baik dalam mengontrol emosi dan ritme pergerakan kedua tim. 3 Basudara yang memainkan Ical (7), 24 (Erik), Ancu (27), juga pemain bernomor 15 sukses perlihatkan skill memukau dalam adu gocek si kulit bundar, memang di menit 33 Icalo (7) 3 Basudara nyaris dapatkan gol jika saja, mistar gawang tidak membantu Kiper Mandiri Jaya.

Bukan Mandiri Jaya jika tim ini juga tidak memberi balasan sajian tampilan yang mumpuni dan skill epik yang berkelas, turun penuh dan percaya diri karena memiliki pemain dengan status top skorer saat ini Qyanzi (44) bersama Gitra (98),dan Kaflan tim Mandiri jaya memang harus akui skill lawannya. Skor kacamata terus bertahan sampai babak waktu normal selesai. 

Di menit tambahan waktu, 2 X 5 menit. Laga 8 besar memang harus menyisakan satu tempat untuk berhenti di babak ini, dan rela memberi 1 tiket aman kedua semifinal gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi ke-11.

Mandiri Jaya siap menempati tempat 4 besar itu. Menit ke 43, Kaflan pemain bernomor punggung 18 dari Mandiri Jaya FC  sukses pecah kebuntuan dan siap pastikan tiket aman itu. Namun 3 Basudara bukan sembarang tim, Icalo (7) kembali samakan kedudukan di paruh akhir babak 5 menit usai. Icalo samakan kedudukan 1 : 1.
(Icalo 7 dikawal Mandiri Jaya)

Sampai peluit ketiga dibunyikan, skor sama terus bertahan, hampir dilanjutkan dengan babak uji ketangkasan penjaga gawang, Aim pemain bernomor punggung 13 tamatkan perlawanan 3 Basudara FC di menit ke 49, diiringi teriakan dan sorakan pendukung Mandiri Jaya desa Waoleona, tim Asuhan Nasrun Waoleona sukses kandaskan 3 Basudara yang juga dimenejeri langsung kepala desa Lagundi ini.

Skor tipis 2 : 1 ekstra time, bawa Mandiri jaya di posisi kedua Slot 4 besar.

Selamat untuk kedua tim.

Jangan lewatkan keseruan Turnamen ini.

Penulis: Honayapto
Editor: Honayapto

Dokumentasi:
















 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing