SMPN 1 Kambowa Gelar PAS Ganjil Berbasis Online

SMPN 1 Kambowa Gelar PAS Ganjil Berbasis Online

Konde (13/12/2021). Ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jika memasuki Ujian Akhir Sekolah baik semester ganjil maupun semester genap, selalu ada banyak kertas ujian yang bertebaran di dalam ruang-ruang kelas atau di halaman sekolah, meski pengawas sudah menginstruksikan agar semua lembar-lembar tersebut dikumpulkan, namun masih saja ada yang tidak mengindahkannya.

Hari ini, di sekolah paling selatan Buton Utara ini, tepatnya di kecamatan Kambowa desa Konde, SMPN 1 Kambowa terbilang sukses dalam pelaksanaan untuk ujian akhir semester ganjil Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan mata pelajaran yang diujikan yaituBahasa Inggris dan Pendidikan Agama Islam yang diselenggarakan perdana berbasis online.

Sudah tidak ada lagi kertas-kertas yang berhamburan yang juga berimplikasi terhadap upaya stabilitas perubahan iklim dengan pengurangan penggunaan kertas yang notabene berbahan baku Pohon-pohon muda.

Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang dari masa ke masa, serta tuntutan pengajaran yang siap menjawab tantangan perubahan zaman tersebut, sekolah pimpinan Asrul Suleman ini, ingin menjadi sekolah yang ambil bagian dari proses transformasi pendidikan Indonesia khususnya di Kabupaten Buton Utara.

"Sejak ada instruksi pemanfaatan akun belajar id, operator sekolah mulai mendistribusikan akun-akun tersebut kepada peserta didik, tenaga pendidik, maupun staf pendidik, sehingga kegiatan yang dilaksanakan saat ini,seperti pembuatan atau pengerjaan soal-soal tersebut dapat dikerjakan secara terintegrasi dan sangat mudah pengaplikasiannya". Jelas pimpinan sekolah tersebut.

Diakui ada kekurangan dan kelebihan dalam penerapan kegiatan evaluasi akademik berbasis online ini, di antaranya; hambatan jaringan, tidak tersedianya alat komunikasi maupun paket data, beberapa siswa juga masih kesulitan mengakses cara pengerjaan soal. kelebihan-kelebihan yang ditawarkanpun juga turut dalam evaluasi akhir ini, di antaranya proses evaluasi dapat lebih transparan dilihat peserta didik, usai pengerjaan siswa langsung melihat nilai, dan sangat membantu para guru untuk melakukan proses penilaian  secara komprehensif dan upaya pengayaan serta jadwal pembimbingan manakala beberapa siwa tidak  tuntas menyelesaikan kompetensi yang diharapkan.

Mengenai kendala-kendala yang dihadapi, Honayapto sebagai panitia Evaluasi Akhir berbasis online mengatakan akan membantu peserta didik dengan prinsip -prinsip yang tidak merugikan peserta didik.

"Beberapa siswa yang belum bisa mengakses soal karena kesulitan masuk, tidak ada HP, dan pulsa, kami menyediakan beragam alternatif, seperti mengerjakan secara manual, dan membantu dengan penyediaan fasilitas gadget yang merupaka bantuan afirmasi sekolah, dan pulsa data untuk tambahan pada bulan ini, sebanyak 4-5 GB dari Kemdikbud, toh...kalaupun belum maksimal, siswa bisa mengerjakan secara manual, prinsipnya kami (sekolah) tidak ingin merugikan siswa". terang guru yang juga alumni dari Program Google Master Trainer yang implikasi programmya diimplementasikan dalam Penilaian semester berbasis Online.

Diminta pendapat para guru dan siswa, semua merasa senang dan antusias dengan pengayaan pembelajaran ini.

"Usai pengerjaan, nilai langsung keluar, ini sangat transparan, kami juga akan lebih efektif dalam memberikan nilai, ini pengayaan lagi, pengalaman untuk pembelajaran terbaru". Tutup mereka.

Baca juga: Ingin partisipasi Zero Deforestasi, SMPN 1 Kambowa PAS lewat Online

Penulis: Honayapto



(Serba-serbi PAS; Dokumen Suherman, S.Pd.)


(*Artikel ini juga tayang di artikel sekolah SMPN1Kambowa.blogsopt.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing