Forlap Dikti

 Forlap Dikti

(Foto pelabuhan Baubau diambil dari Masjid Amanah Al Bukhari)


Sudah 5 jam lebih dari jadwal yang tertera di tiket, harusnya keberangkatan pada pagi tadi jam 7 pagi, makanya saya buru kakak segera mengantar, kapal tidak akan dapat kalau kami berangkatnya subuan, apalagi saya paling jengkel kalau jalan harus buru-buru dan terkesan grasa-grusu.


Ya, saya berangkat Jumat, kemarin tanggal 30 Desember 2022, saya berangkat pagi pukul 08.00 prediksi dari kampung, Buton Utara menuju kota Baubau saya bisa tiba pukul 10 siang, molor setengah jam kalau jalan dengan motor dengan kecepatan yang biasa-biasa saja, 50-60 KM perjam, saya bergegas membeli tiket kapal laut (Pelni) langsung dari loket resmi, saya mau yang resmi-resmi saja.


Pas, tiba di kota Baubau, saya langsung ke penjualan tiket, Rp.428.500 adalah harga kapal dari pelabuhan Baubau menuju Tanjung Priok Jakarta. Saya selesaikan via transfer, di sini nampak pelayanan perusahaan negara bidang laut ini sudah mulai banyak perubahan, pembayaran sudah harus via transfer, pakai gesek kartu, non cash, loket penjualan juga sudah bagus, rapi, bersih, dan adem, pendingin ruangan ada di mana-mana, tidak sumpek dan suram seperti beberapa tahun silam.


Semua sudah terkoneksi dengan jaringan, saya dipastikan tidak bisa berangkat jika KTP yang memuat informasi pribadi tidak ada, apalagi melalui kartu tersebut, para petugas memastikan di layar komputer masing-masing bahwa pelaku perjalanan telah melakukan vaksinasi lengkap (vaksin 1, 2, plus Booster), kenapa? karena sebelumnya kakak saya yang perempuan tidak bisa berangkat karena masalah data vaksinasi yang tidak lengkap di layanan peduli lindungi, saya menebak terintegrasi sehingga para petugas harus membuat repot para pelaku perjalanan.


Beruntung kakak di kampung ada persediaan uang non cash, saya ditransfer dan selesaikan semua pembayaran, saya berutang lagi. 


Tiket beres, ke kota seperti peluang besar bagi kami, ibarat kata pepatah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kebetulan hari Jumat, usai membereskan tempat istirahat saya sholat Jumat, menemani kakak berbelanja, beli aki motor matik, oli, subreker, bersama tali senso, plus peluru senapan angin pesanan kakak yang satu.


Jam 3 sore kakak yang mengantar saya pulang, saya minta restu perjalanan dilancarkan. Di titik ini kota Baubau seperti melempar saya kembali ke masa lalu, bau asap knalpot motor, hawa panas matahari, dan lorong-lorong jalanan, serta warna aspal hitam pekat seperti membuka memoar perjalanan masa silam.


Orang bilang, itu semua biasa saja, saya bilang ini luar biasa, semua orang hidup dengan jalan takdir dan cerita masing-masing, cerita petualangan Dahlan Iskan ke Negeri Tiongkok mengganti hatinya melakukan transplantasi hati dengan seseorang yang usianya sama dengan saya dalam bukunya yang berjudul Ganti Hati (2012) akan berbeda dengan cerita saya, kisah saya akan berbeda dengan Chairul Tanjung si CEO media Transcorp dalam bukunya Si Anak Singkong. Semua orang memiliki petualangan yang berbeda dengan yang lain.


Tepat setelah candaan pengecekan Forlap Dikti, ijazah Magister Pendidikan saya di Universitas Negeri Jakarta sama sekali tidak terbaca di Forlap Dikti. Sudah 5 tahun usai pendidikan saya seperti terhipnotis untuk tidak mengecek status dua lembar kertas dari Kampus para Guru itu. Tidak terbaca saya risau sejadi-jadinya.


Hari ini, seperti temaram lampu kota Baubau kota seribu benteng, saya minta izin sama ibu, saat liburan sekolah saya ingin ke kampus untuk membantu agar ijazah dengan perjuangan ini dapat terbaca di Forlap Dikti, saya tahu ibu saya adalah orang yang paling tidak mau kalau ada aktivitas yang aneh-aneh selain daripada belajar saja, untung saja momennya tepat, libur panjang semester, rezeki ada. Saya minta ridho dimudahkan perjuangan.


Seperti baut laut pantai Kamali, pelataran yang diisi kerikil-kerikil kecil, hari ini jadwal keberangkatan. Harusnya tadi pagi sudah jalan, namun ternyata harus molor, terakhir saya cek jam 5 sore keberangkatan, SMS dari Pelni juga sudah konfirmasi itu, wah semua telah berubah, hidup berubah, bangunan berubah, nasib berubah, hanya satu yang belum berubah, data di Forlap Dikti.


Di Forlap Dikti dua ijazah saya belum berubah sama sekali. Di dalam masjid Amanah Al Bukhari seseorang tak dikenal meminta saya untuk berbagi hotspot alasannya mau cari kerja, saya kasih, ini seperti titah Tuhan bagi siapa yang menolong sesama seakan-akan ia telah menolong banyak orang.


Di dalam doa, saya minta perjalanan ke barat dapat berubah.


 (Serial perjalanan ke barat)

====

English version


Poetry
.
.
.
It's been 5 hours more than the schedule stated, it was supposed to leave at 7 am this morning, so I rushed my brother to take me immediately, the ship will not be available if we leave subuan, what's more annoying is that I have to rush the road -hurry up and be impressed.
Yes, I left on Friday, yesterday 30 December 2022, I left in the morning at 08.00 prediction from the village, North Buton to Baubau city I can arrive at 10pm, sleep half an hour if riding a motorcycle at normal speed-b just normal, 50-60 KM per hour, I hurry to buy a sea ticket (Pelni) straight from the counter, I want the official only.
When, arrived in Baubau city, I went straight to ticket sales, Rp. 428.500 is the ship price from Baubau port to Tanjung Priok Jakarta. I finished it via transfer, here you can see the service of this maritime state company has started to change a lot, payment has to be via transfer, use card rub, non cash, sales counter is also good, neat, clean, and cool, pending this room is everywhere, not as clumsy and gloomy as some years ago.
All are connected to the network, I was assured that I could not go if the ID card containing personal information was not there, especially through the card, the officers made sure on their respective computer screens that the travelers had planted fully vaccinated (1st, 2nd, plus Booster), why? since earlier my older sister couldn't go due to incomplete vaccination data issues at protective care services, I guess it's integrated so officers have to bother travellers.
My brother in the village is lucky that there is a stock of non-cash money, I was transferred and finished all payments, I am in debt again.
Ticket done, to the city seems like a great opportunity for us, like the saying goes once rowing two or three islands is beyond. Coincidentally Friday, finished cleaning up my resting place Friday prayer, accompany brother shopping, buy aki matik motor, oil, subreker, together with senso rope, plus air rifle bullet ordered by brother one.
At 3pm my brother who drove me home, I ask for a smooth journey blessing. At this point the city of Baubau is like throwing me back to the past, the smell of motor exhaust smoke, the hot sun, and street alleys, as well as the color of the dark black asphalt like opening a memoir of the past travel.
People say, it's all normal, I say it's extraordinary, everyone lives with their own destiny path and story, Dahlan Iskan's adventure story to China changing his heart doing a heart transplant with someone who us it's the same with me in his book titled Ganti Hati (2012) will be different with the story me, my story will be different with Chairul Tanjung the CEO of Transcorp media in his book The Cassava Child. Everyone has a different adventure than others.
Right after Forlap Dikti's scrutiny joke, my Master's degree in Education at Jakarta State University was not read at all in Forlap Dikki. It's been 5 years of my education like hypnotized not to check the status of those two pieces of paper from the Teacher's College. Unreadable I'm worried as hell.
Today, like the lamp of Baubau city of thousand fort, I ask permission from my mother, during the school holiday I want to go to campus to help so that the diploma with this struggle can be read in Forlap Dikti, I know my mother is the one who don't want any weird activity besides rather than just learning, fortunately the moment is right, long semester holiday, sustenance is there. I ask for ridho to ease the struggle.
Kamali beach like sea bolt, small pebbles yard, today's schedule of departure. It should have been a walk this morning, but it turns out I have to sleep, last time I checked at 5 pm departure, SMS from Pelni has also confirmed that, wow everything has changed, life has changed, building has changed, fate has changed, only one has not changed, data on Forlap Dikti.
At Forlap Dikti my two degrees haven't changed a bit. Inside the mosque of Khasanah Al Bukhari someone unknown asked me to share a hotspot of the reason for looking for a job, I give it to him, this is like God's command for those who help others as if he has helped many people.
In prayer I ask the journey out west to change.
(The journey to the west series)

SMPN 1 Kambowa Gelar Friendly Match Bersama SMPN 2 Buton

(Sambutan Kepala SMPN 1 Kambowa pada Kontingen SMPN 2 Buton di ruang 7 A)

Humas-SMPN1Kambowa. Hari Sabtu, 5 November 2022 akan menjadi hari yang akan dikenang hampir 158 peserta didik dari sekolah paling selatan Kabupaten Buton Utara ini.
Pasalnya kegiatan yang diinisiasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) periode 2022/2023 merupakan kegiatan yang selalu menjadi primadona dari sekolah dengan slogan 'SMPN 1 Kambowa keren', kegiatan olahraga berupa pertandingan bola Futsal, Takraw, Bola Voli, dan olahraga non fisik berupa catur selalu menjadi agenda penting dari seksi pengembangan bakat, minat, dan olahraga yang selalu diusulkan untuk dilakukan. 

Pernah dilakukan pada tanggal 2 November 2019, 3 tahun lalu bersama SMP SATAP SMPN 2 Kambowa, kegiatan ini akhirnya kembali sukses digelar pada 5 November 2022, kali ini peserta persahabatannya lintas kabupaten.
(2 Kontingen SMPN 1 Kambowa dan SMPN 2 Buton)

Disetujui kepala sekolah pak Syaharula, S.Ag.Gr. dan seluruh dewan guru beserta staf, SMPN 2 Buton desa Lawele kecamatan Kapontori Kabupaten Buton menjadi sekolah yang menjadi sasaran persahabatan. 

 Surat undangan yang dikirimkan pada Sabtu, 29 Oktober 2022 mendapatkan sambutan hangat kesediaan dari SMPN 2 Buton, hingga pada hari ini sebanyak 48 tamu undangan yang terdiri 18 orang peserta bola futsal putra, 9 peserta Voli putri, 1 putra peserta catur, dan 16 Dewan guru SMPN 2 Buton hadir menyambut undangan persahabatan tersebut.

Tiba dan disambut pada pukul 08.00 pagi, usai upacara penyambutan laga dibuka dengan pertandingan bola futsal, yang kedua sesi pertandingan dimenangkan SMPN 1 Kambowa dengan skor 8 : 0 untuk sesi 1, dan 3 : 1 untuk sesi 2, trend baik ini juga berlaku untuk Voli Putri, menang 2 set langsung, namun hasil tidak cukup baik untuk tim Takraw putra yang didominasi pemain dari SMPN 2 Buton.

Usai laga semua tim disajikan hidangan ala kadarnya, dan penegasan Persahabatan yang ditandai dengan akrab dan makin dekatnya seluruh peserta didik.
(Catur Putra menang Bidak Hitam (SMPN 1 KAMBOWA)

Syaharula, S.Ag.Gr, selaku kepala sekolah memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat terkhusus kepada pengurus OSIS, dewan pembina dan berbagai pihak yang membantu kelancaran kegiatan persahabatan, Kepala sekolah yang juga pernah menjadi guru di sekolah tersebut, menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan ataupun kekeliruan yang terjadi.
(Merah Tim SMPN 1 Kambowa)

Kegiatan yang berjalan mulai pagi sedikit gerimis diakhiri dengan berfoto bersama.

"Mudah-mudahan dengan ini rasa persaudaraan kita semakin menjadikan kita menjadi kuat persatuan dalam berbagai hal". Tutupnya.

Penulis: Honayapto 
Editor: Honayapto 

Dokumentasi kegiatan persahabatan 5 November 2022


















Rembulan di Wajahmu

 

Debur ombak tak henti-henti melampiaskan buih-buih putihnya di bibir pantai. Merajuk marah dan rindu pada bebatuan-batuan karang yang berjejer rapi di semenanjung samudera.

Tak lekang oleh waktu, kadang ia pergi lalu tak berapa lama ia muncul kembali. Begitu sunatullah ombak dan bibir pantai. 

Seperti cintaku pada Edwin Matiatu, lelaki berdarah Ambon, sepuluh tahun silam ku kenalnya tepat di masa cinta remaja SMA. Lelaki eksodus negeri Ambon Manise yang terpaksa harus meninggalkan tanah air akibat konflik SARA, yang harusnya tak boleh ada di negeri Jinawi ini. 

"Tak boleh ada kekerasan atas nama agama, tak boleh ada kesakitan atas perbedaan, seng usah ada kebencian karena dendam kesumat" begitu kata lelaki kurus ceking ini.

Usianya belasan, tapi karena konflik mereka akhirnya didewasakan dengan pola-pola kritis untuk meninggalkan rasa benci dan berdamai dengan masa lalu. 

Kata-katanya selalu membayang dalam ingatanku, selalu berapi-api khas gaya parlente anak-anak timur, namun ia penyayang. Segala apa saja ia bawakan dan lakukan untukku. 

Memanjat kelapa, memeras santan kelapa, sampai ke kekebun menemani ayah, tak jarang ia membawa sebakul-bakul ikan kalau menjaring di air meti bersama kakak saya. 

Sebagai pendatang, dia lelaki Ambon yang sangat fleksibel, tidak neko-neko, dan cenderung romantis. 


Suatu malam, saya dikagetkan dengan dibawakannya saya suatu lilin yang cantik sekali. Dibolonginya botol air kemasan lalu diletakkan damar dan menyalalah satu lilin yang sangat romantis di keheningan malam. 

Acara perayaan hari jadian, katanya langit sedang melukis cinta, ada kelap-kelip bintang yang syahdu, dan selongsong panjang garis bima sakti di cakrawala. 

Tak ada keperian yang indah selain satu kalimatnya yang meraung-raung dan selalu menggelung penuh di rongga hatiku. 

"Nais... Ose tahu, apa yang paling beta suka sama se, beta kalau liat seh, kayak beta liat bulang e... Ada rembulan di wajahmu".

Umm...tersayat-sayat kerinduan, tak ada lagi tambal-tambal pelipur lara darinya, usai pelepasan kelulusan, dan berjalan rantau dengan saudaranya, tak ada lagi kabarnya. 


~~~


Sekarang, rasanya semakin sesak saja dada ini. Di layar hp terbaca satu lagi pesan manis yang mengagetkan "Nays... Masih ingat beta, lelaki yang melihat rembulan di wajahmu".

Oh...rembulan sedang bersiap berjaga malam ini.

Apa Benar Dia?

(Sumber gambar: Pinterest)


Oleh: Honayapto

"Mas, bangun mas, tadi ibu titip pesan, mau ke klinik ada praktek hari ini jadi agak sorean pulangnya". Ujar Sefia sambil lalu. 

Seruan lainnya juga sayup-sayup terdengar di gendang telingaku.

"Oh...ya mas, nasi goreng sama telur ceploknya ready di atas meja".

Sefia adikku satu-satunya, dia belum memantapkan diri menutup dirinya, seperti teman-teman kongkow lainnya. Gadis kecil ini gaya hidupnya simpel saja, membiarkan rambut lurusnya terurai panjang, blouse yang longgar, dan menjadi ciri khas darinya, rok selalu menjadi identitas feminin yang tak bisa lepas dari kesehariannya, 'No skirt no activity'.

Sebuah motto yang sangat kuat. 

Senin ini, saya kesiangan bangunnya, alarm ponsel tak benar-benar efektif membangunkan saya. Tak ada sholat subuh tak ada solat Dhuha, benar-benar beludru sutra syaitan ampuh meninabobokanku.

Untung ada adik cantikku ini, cerewet dan sok keibuan, berhasil mematahkan rasa aras-arasen, tak mau beranjak dari tempat tidur.

Sefia siang ini masuk ngajar di kampus, aku beranjak dengan bermalas-malasan, usai mencuci muka, kuambil bantal santai, kunyalakan pesawat televisi di ruang tamu, nasi goreng pedas favoritku tak lupa turut menemaniku mengawali siang.

"Amboy, nasi goreng buatan ibu sedaaaapnya". Gumamku sembari melahap sarapan pagi buatan ibu.

Kartun-kartun di MNC TV benar-benar menceriakan hatiku, saya bosan juga berpindah chanel di stasiun berita televisi, topik pembahasan itu-itu saja. 

Tagar atau makar?, aksi persekusi, Toa dan Toleransi, Bawaslu Ompong, sampai diskusi tentang elektabilitas Calon Kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang akan berlaga di 2019 nanti, "hmmm... Dunia politik bikin puyeng ya" saya bergumam bosan dalam hati.

Tak butuh waktu lama bulir nasi goreng terakhir racikan ibu ludes terlahap.

Sembari meletakkan piring kotor, kutengok jam dinding, sudah pukul 9 lewat 25 menit, saya telat masuk kantor, ada beberapa artikel-artikel berita yang belum sempat kurapikan, menjadi seorang editor news menjadikan saya harus benar-benar ekstra melakukan sortiran dan perampingan beberapa redaksi kalimat rumpang, dan belepotan yang berjubel di dalam layar komputer.

Saya harus memastikan semua berita yang dirilis benar-benar telah dilakukan Check and balance, sehingga makna dan redaksi berita itu sampai.

Saya lembur dan sangat kecapean usai mendapat perintah ekstra untuk peliputan anak-anak dan pelatih sepakbola yang terjebak di dalam Goa di Thailand. Baru tiba saya sudah harus menyambut kerjaan baru.

Saya sudah berpakaian rapi, jam tangan merk Casio G-Shock melengkapi lengan kiri saya, saya mantap masuk kantor,

"Akh... Sesekali telat, tidak mengapa". Tenangku saja dalam hati.

"Mas, Sefia kelupaan modul ajar, ada di atas meja makan, tadi buru-buru, Radit jemputnya kepagian. Nanti modulnya diantar ke kampus, sekalian kekantor kan? ".

Emoticon love, dan mata cinta berjejer rapi di bait-bait akhir menutup kalimat manja bunyi WA dari adikku yang simpel but she is smart. 

"Oke" balasku. 

"Thank you so much, Love you mas". Timpalnya. 


~~~

Hari ini cuaca sangat mendukung, tidak panas dan tidak dingin, suasana hati sedikit berbahagia, entahlah berbeda seperti hari-hari biasanya.

Hari ini berkendaranya diganti saja, saya ingin naik motor sport Yamaha R1M, mesin berkapasitas 998cc tampakannya menjadi teman jalan yang tepat di situasi hati yang tepat pula.

Berkendara motor gede di tengah kota metropolitan bisa jadi satu solusi memecah kemacetan akut kota Jakarta, berjubelnya kendaraan roda dua, belum lagi polusi kendaraan, sampai dengan metro mini dan bus-bus angkot yang mengetem berlama-lama mencari penumpang, seakan menjadi tayangan wajib setiap hari dalam melakukan rutinitas.

Sebenarnya dari Jakarta Selatan, Kampung Melayu menuju Universitas Negeri Jakarta bisa ditempuh dengan cepat juga, berjalan melalui arah Matraman saya tinggal menelusuri jalan Mataraman lalu berbelok kanan, menuju arah Pulogadung. 

Tapi saya ingin menikmati perjalanan, hitung-hitung mejeng-mejengan. Berjalan lurus ke arah kota Casablanca dan melewati jalan protokol Jenderal Sudirman melewati Mall Cempaka Mas saya tinggal lurus dan berbelok kanan pula maka sampailah saya ke Kampus para pencetak guru ini.

"Dik, modulnya apa Mas langsung antarin ke gedung Bung Hatta, Mas lagi ketemu teman di Kebon Kacang ini. Ada teman, penting" Chatku pada adikku yang mengajar mahasiswa Strata dua ini.

Dia ahli bahasa, ngajar mata kuliah Linguistik Umum dan Metodologi Pengajaran Bahasa. 

Dr. Sefia Ningrum Baisan, M. Hum. 

"Ya, ampun mas, langsung ghe diantar aja, uda mau masuk ngajar ini", rengut dalam balasan chat kami. 

"Ok, ok" balasku menenangkan.

Saya parkirkan moge ini, tak mau lagi memutar kampus ini, kebetulan parkirnya di Kebon Kacang, saya tinggal nyebrang melewati JPO saja. Lewat pintu belakang kampus. 

Ada banyak mahasiswa dan pengguna JPO, berdesak-desakan, berliuk-liuk melewati parkiran kendaraan roda dua, butuh 10 menit berjalan saya akhirnya tiba di gedung berlantai 8 ini. 

Saya merasakan ada hembusan angin segar yang mendadak, saya merasa hati sedikit membuncah senang, tak ada sebab apapun, hati serasa bahagia. 

Irama kaki seakan melambat perjalan, jalan napas saya memburu tak karuan, setiap degupan jantung saya tampak nyata berdentang hebat dalam rongga dada dan alam otak saya. 

Bersama mahasiswa lainnya, kami berdesak-desakan memasuki lift gedung ini, menjadi yang pertama saya tersudut kebelakang, celotehan dan sesi curhat dosen killer, mumetnya bimbingan tesis, belepotnya mencari kompilasi di ruang pustaka sangat khas diperbincangkan dalam tekhnologi segi empat ini.

Semua memencet arah lantai yang dituju, saya oke-oke saja, menjadi orang dengan tinggi badan, saya memastikan bahwa lantai 5 sudah terpencet oleh pengguna lift ini. Lalu semuanya kembali bergerak lambat. 

Ini mirip-mirip slow motion dalam film, tiap kekehan, senyuman, uraian rambut, dan moncengnya bibir para mahasiswi ini sangat jelas terlihat, dan kemudian pintu lift menutup. 

Saya kaget, teramat kaget, tepatnya bukan kaget tetapi bergembira, saya tampak melihat sosok yang sangat akrab di mata dan batinku, iya ini mirip, saya tak mau ini terulang lagi, tak ada lagi cerita pilu dan sedih menghiasi episode-episode hidupku Selanjutnya.

Itu benar dia, lift membuka pelan, namun tertutup karena lift ini sudah full kapasiti tak boleh ada lagi orang yang boleh masuk, Saya gembira saya kaget, saya yakin itu dia. 

Sekejap lift tertutup lalu bergerak naik keatas. Saya ingin keluar menjemputnya, menyapanya. Dan saya yakin itu benar dia.... 


Apa benar-benar dia????...

Atom Dan D'Song Jawara Perdana Liga Karang Taruna 1

(D'Song Usai juara LK 1)

Lagundi-CjSport. Helatan final Liga Karang Taruna 1 (LK 1) yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Sangia Jaya desa Lagundi sejak Jumat, 12 Agustus 2022 tak kalah seru dibandingkan dengan partai puncak gelaran Turnamen Futsal Liga Lagundi ke-11.

Kegiatan perdana inisiasi Ketua Karang Taruna desa Lagundi beserta jajarannya ini sukses dinikmati ratusan masyarakat desa Lagundi pencinta sepakbola kecil.

 Permainan yang hanya dikhususkan untuk masyarakat desa Lagundi beserta elemen terkait dalam unsur masyarakat yang dilakukan pada pukul 15.00 sore tadi sampai selesai di lapangan sepakbola desa Lagundi hari Rabu, 24 Agustus 2022 sukses antar Atom FC dan D'Song FC jadi jawara LK 1 untuk bola Futsal Pria dan Wanita.

(Amistader beri serangan)

Turun dalam komposisi 9 tim Persela, Logistik, Atom dan Amistader jadi pemilik Partai final Futsal pria, sedangkan untuk Futsal wanita SDN 1 Lagundi, Destroyer, D'Song dan The Power jadi 4 tim puncak menyingkirkan 6 tim lainnya.

Berlangsung alot dan seru, penentuan juara 3 dan 4 antara Logistik vs Persela FC, Logistik FC tempati juara 3 Liga Karang Taruna sedangkan untuk posisi juara 1 diraih Atom FC dengan skor 3 : 1 vs Amistader FC.

(Persela Hijau menjegal Logistik FC)

Di perebutan final 3 dan 4, SDN 1 Lagundi harus puas di posisi keempat usai kalah tipis 1 : 2 versus The Power, di partai final putri D'Song FC tampil menyakinkan melawan tim Destroyer FC usai drama adu pinalti dimainkan. Skor 0:0 hingga selisih 8 : 7 jadikan D'Song jadi jawara perdana Liga Karang Taruna Sangia Jaya desa Lagundi pertama tahun 2022.

Usai penyerahan hadiah berupa piala untuk juara 1, 2 dan 3 untuk masing-masing kategori yang diberikan oleh Kepala desa Lagundi, bersama Babinsa desa Lagundi dan juga Ketua Karang Taruna, Bondi Pratama selaku Karang Taruna inisiator kegiatan mengapresiasi dan meminta maaf jika ada hal-hal yang tidak berkenan.

(Pinalti untuk The Power hitam)

"Pastinya, saya sangat bangga dan bersyukur atas bantuan seluruh pemuda pemudi, dan masyarakat desa Lagundi, dan tentu saja dukungan dari pemerintah desa Lagundi sehingga kegiatan LK 1 berlangsung sukses dan meriah, kami juga meminta maaf pada semua peserta tim manakala ada hal-hal yang tidak berkenan dalam semua proses kegiatan sampai selesai. Tahun ini masih ala kadarnya, mudah-mudahan kedepan kita bisa buat lebih baik lagi, insya Allah" tutur lelaki yang biasa disapa Radit ini.

Sebagai informasi selain piala tetap, ada hadiah apresiasi uang, dan khusus juara 1 DSong dan Atom mendapatkan tiket emas, sebagai jaminan gratis pendaftaran untuk laga yang akan dilaksanakan pada kegiatan-kegiatan Karang Taruna kedepan.

Sukses untuk gelaran perdana Karang Taruna Sangia Jaya desa Lagundi.

Penulis: Honayapto

Editor: Honayapto 

Dokumentasi;

















Karang Taruna Sangia Jaya desa Lagundi Ikut Meriahkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI

(Panjat pinang diselenggarakan Karang Taruna Sangia Jaya)

Cj-News. Setelah sukses gelar Turnamen Futsal terbesar se-kecamatan Kambowa, Karang Taruna Sangia Jaya desa Lagundi yang dipimpin Bondi Pratama ini, terus memberikan sumbangsih terbaik pada desa Lagundi.

Momentum semarak peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi satu motivasi besar perkumpulan pemuda-pemudi desa Lagundi ini untuk terus memberi hiburan pada masyarakat. Selain hiburan, dampak ekonomi juga bagian yang diharapkan tumbuh dalam kegiatan memperingati hari bersejarah bagi bangsa ini.

"Alhamdulillah, sukses gelaran Turnamen Futsal, masyarakat secara tidak langsung mendapatkan manfaat dari kegiatan yang terlakoni hampir satu bulan lebih ini, kali ini bulan Agustus adalah bulan merdeka bagi bangsa ini, tidak mengapa jika euforia kita lanjutkan kembali, masyarakat mudah-mudahan terbantu, walau tidak seramai kegiatan besar sebelumnya". Terang Ketua Karang Taruna desa Lagundi tersebut.

Sebagai yang diketahui, semarak peringatan HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia yang setelah pandemi Covid-19 hampir marak beragam kegiatan dilakukan untuk merayakan kemerdekaan Indonesia, tidak ketinggalan Karang Taruna Sangia Jaya desa ini menggelar kegiatan Liga Karang Taruna pertama untuk kegiatan bola futsal bagi ibu-ibu dan bapak-bapak diselipkan beberapa remaja untuk ambil bagian dari sejarah besar tersebut. Tidak luput kegiatan panjat pinang sebagai hiburan pamungkas dilakukan untuk rayakan perjuangan para pahlawan bangsa.

(Poster Ucapan selamat HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia)

"Tahun ini, resmi di periode kepemimpinan pertama saya sebagai Ketua Karang Taruna Liga Karang Taruna dibuat, memang Futsal masih untuk bapak-bapak dan ibu-ibu khusus dari desa Lagundi, namun untuk mengakomodasi beberapa hal yang berkaitan dengan unsur tersebut, kami adaptif sesuai kebutuhan, Panjat Pinang juga Insyaallah akan memeriahkan hari merdeka".  Terang lelaki bertubuh tinggi.

Dari pantauan penulis, panjat pinang yang dilakukan pada hari ini Rabu, 17 Agustus 2022 di lapangan sepakbola desa Lagundi adalah lomba yang paling banyak dinikmati keseruannya, asyik dan serunya aksi panjat berlumur oli tersebut, tampak banyak dinikmati orang yang kemudian diabad dalam layar ponsel mereka.

Disinggung soal banyaknya komplain terkait kegiatan yang tidak berjalan sesuai dengan jadwal. Ketua Karang Taruna Sangia Jaya desa Lagundi memberikan apresiasi atas atansi dan permohonan maaf, serta kerjasama kepada semua pihak.

"Mohon maaf jika ada beberapa hal yang tidak sesuai, kami akan terus adaptif, dan untuk itu kerjasama semua yang terlibat sangat kami perlukan, mudah-mudahan kedepannya akan lebih baik dan meriah". Tutupnya.

Sampai lomba panjat pinang, kegiatan inisiasi Karang Taruna Sangia Jaya dan difasilitasi pemerintah desa Lagundi secara umum berlangsung sukses. 

Terus ikuti sampai final futsal. Dirgahayu Republik Indonesia.


Penulis: Honayapto

Editor: Honayapto

Dokumentasi











Serial Perjalanan di Pulau Dewata BALI-NEGERI PUPUTAN

  Keseruan menjelajahi bali dapat dilihat di sini: https://drive.google.com/file/d/1LVGH5MW76M-FzwwkqTx4QzIIslLigGiw/view?usp=sharing